Review Film "Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas"






Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (bahasa Inggris: Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash) merupakan film drama aksi Indonesia tahun 2021 produksi Palari Films yang disutradarai oleh Edwin serta diproduseri oleh Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Eka Kurniawan tahun 2014. Film ini pertama kali tayanng di layar lebar pada tanggal 2 Desember 2021.
(source : wikipedia.com)

Seperti judulnya film ini bisa dibilang menceritakan tentang toxic masculinity. Film ini berlatarkan kejadian sekitar tahun 80an yang berikut sertanya sejarah yang ada pada masa itu. Dalam hal ini diceritakan kejadian yang dialami pada rakyat kelas menengah. Premis yang dibangun dalam film ini cukup tabu di perfilman Indonesia. Oleh karena itu, rating yang diberikan untuk film ini pun ditujukan untuk berusia 17 tahun keatas. Jadi, kalian yang belum cukup umur belum diperbolehkan nonton film ini dulu ya.

Cast Film "Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas"



Berkisah tentang laki-laki dewasa yang bernama Ajo Kawir (Marthino Lio) yang jatuh cinta pada seorang gadis bernama Iteung (Ladya Cherly). Di awal film terlihat bagaimana Ajo Kawir mendapatkan hati Iteung dengan aksi yang dilakukannya. Mereka berdua sama-sama petarung yang hebat.

Pada akhirnya Ajo Kawir menikah dengan Iteung. Namun, Ajo Kawir memiliki masalah dengan alat vitalnya yang merupakan aib bagi seorang laki-laki dewasa. Kemudian, pada ada suatu hari Ajo mendapatkan kabar dari Iteung istrinya, bahwa ia hamil. Ajo sangat marah dan kecewa hingga kembali melakukan hal yang dulu pernah ia lakukan.

Ajo sangat kecewa dengan Iteung, sehingga ia pergi dan menjauh dari bininya hingga suatu hari mereka kembali bertemu dengan kerinduan yang dibayar tuntas. Banyak nya kejadian yang dialami mereka saat berjauhan satu sama lain.

Seperti judulnya film ini banyak menceritakan tentang dendam masa lalu hingga bagaimana dibayar tuntas oleh sesuatu. Adaptasi film ini melibatkan sang penulis yaitu, Eka Kurniawa, sehingga terasa tidak mengecewakan dengan yang ada pada novel. Film karya Edwin ini pun disajikan dengan sinematografi yang apik memanjakan mata dan alur cerita yang mudah diterima sekalipun belum membaca novelnya. Banyak aksi berkelahi juga yang menurut saya sangat nyata adanya ditambah dengan peran pendukung yang sangat baik memerankan peran mereka masing-masing.

Komedi yang disajikan juga sangat relate dengan latar 80an yang disajikan unik. Terdapat tulisan-tulisan truk yang membuat terkekeh karena sering terlihat pada badan truk angkutan barang, atau bisa dibilang quotes bijak dari si penulisnya.

Menurut saya hanya ada satu hal yang kurang dari film ini, yaitu tentang pengenalan tokoh yang terburu-buru. Tetapi, mungkin ini menjadi salah satu musuh umum yang dialami adaptasi film dari novel tentu saja durasi. Mungkin kalau aku kasih nilai film ini mendapat 9/10 karena memang sebagus itu. 

Sekian review singkat tentang film "Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas" dariku, makasiiiiy <3

Komentar